DPPM Kemdiktisaintek Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Program Pemberdayaan Desa Binaan Tim Universitas Yudharta Pasuruan di Desa Selok Anyar Lumajang

Table of Contents

Jakarta via Room Zoom Meeting Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dikjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (Kemdiktisaintek) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun Pelaksanaan 2026 yang dijalankan oleh Tim Universitas Yudharta Pasuruan berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Malang. Program bertajuk "Pemberdayaan Desa Binaan: Hilirisasi Tebu Melalui Produk Pangan Unggulan dan Pemasaran Digital di Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang" ini menyasar dua mitra utama, yakni Kelompok Tani Mandira dan Tim Penggerak PKK Desa Selok Anyar.

Tim Pelaksana Lintas Kepakaran

Program ini dipimpin oleh Dr. Aminullah, S.Sos., M.AP (NIDN 0710068502) dari bidang Administrasi Publik, yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana dengan kepakaran di bidang

Capacity Building and Community Empowerment/Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial Kemasyarakatan. Beliau didampingi oleh tiga anggota tim dengan kepakaran yang saling melengkapi:

1.       Dr. Any Urwatul Wusko, S.Sos., M.AB., CMA (NIDN 0711048601) kepakaran Pemasaran dan Business Management Analyst

2.       Dr. Hapsari Titi Palupi, STP., MP (NIDN 0702097601) kepakaran Diversifikasi Produk Olahan

3.       Elka Faizal, ST., MT (NIP 198803062019031016) kepakaran Teknik Mesin

Tim dosen tersebut turut melibatkan empat mahasiswa sebagai anggota pelaksana, yaitu Mutmainnah, Muhammad Syahrul Maulana, Rose Diana Natalia, dan Zainur Roziqin, sebagai wujud pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Mitra Program: Kelompok Tani dan PKK Desa Selok Anyar

Program ini bermitra langsung dengan Pemerintah Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, yang dipimpin oleh Kepala Desa Nurasim. Adapun mitra sasaran meliputi:

1.       Kelompok Tani Mandira, diketuai oleh M. Ridho'i, beranggotakan 50 orang petani tebu

2.       Tim Penggerak PKK Desa Selok Anyar, diketuai oleh Rumliya beranggotakan 20 orang

Kedua mitra menghadapi persoalan yang berbeda namun saling terkait: Kelompok Tani Mandira masih menjual tebu dalam bentuk segar dengan nilai tambah rendah, belum memiliki keterampilan pengolahan, serta terbatas dalam penggunaan teknologi dan strategi pemasaran. Sementara itu, Kelompok PKK masih terbatas pengetahuannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat serta belum memiliki kemampuan pengemasan dan identitas produk yang memadai.

Intervensi Program: Hilirisasi Tebu Berbasis Teknologi Tepat Guna

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pelaksana menerapkan lima metode kegiatan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi dan inovasi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Sejumlah pelatihan yang telah dilaksanakan bagi Kelompok Tani Mandira antara lain pelatihan dan pendampingan produksi gula semut, produksi gula cair, pengoperasian dan perawatan mesin pemeras tebu skala kelompok, serta strategi pemasaran tebu untuk meningkatkan nilai jual. Sementara bagi Kelompok PKK, dilaksanakan pelatihan penguatan peran PKK dalam pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat desa serta pelatihan strategi manajemen pengemasan dan branding produk.

Sejumlah teknologi tepat guna turut diserahkan kepada mitra, meliputi mesin pemeras tebu, mesin pemasak nira, mesin oven gas semi otomatis, kompor gas api besar, dan tabung gas LPG 3 kg untuk Kelompok Tani; serta alat penyaring serbaguna, timbangan digital, dan kemasan produk (gula semut dan gula cair) untuk Kelompok PKK.


Gambar 1. Dokumentasi Foto Kegiatan dan Teknologi yang diberikan Kepada Mitra
Dampak dan Luaran Program

Hasil pengukuran level keberdayaan mitra pada tahun pertama menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek, dengan kategori N-Gain "Tinggi" di keempat aspek: Produksi (N-Gain 0,89; skor pra 1,58 menjadi pasca 3,74), Pemasaran (N-Gain 0,82; skor pra 1,57 menjadi pasca 3,56), Manajemen (N-Gain 0,85; skor pra 1,61 menjadi pasca 3,65), dan Sosial Kemasyarakatan (N-Gain 0,87; skor pra 1,67 menjadi pasca 3,69).

Gambar 2. Peningkatan Level keberdayaan Mitra

Program ini juga telah menghasilkan berbagai luaran, di antaranya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), artikel populer di media nasional dan lokal, poster kegiatan, video dokumentasi di kanal YouTube, artikel ilmiah terindeks Sinta 3, buku berjudul "Model Pemberdayaan Desa Binaan: Integrasi Teori, Pendekatan, dan Teknologi Tepat Guna dalam Hilirisasi Komoditas Lokal", serta produk luaran berupa gula cair dan gula semut tebu murni yang telah dikemas dan siap dipasarkan.

Gambar 3. Hasil dan Luaran Program  

Bagi Kelompok Tani Mandira, dampak positif yang dirasakan meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan tebu, kemampuan menggunakan teknologi tepat guna, kapasitas produksi, serta terbukanya peluang usaha berbasis tebu. Adapun bagi Kelompok PKK, dampak yang dirasakan mencakup peningkatan keterampilan pengolahan dan pengemasan produk, kemampuan branding, pengetahuan strategi pemasaran, hingga terbukanya peluang usaha produktif bagi para anggotanya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi oleh DPPM Kemdiktisaintek ini diharapkan menjadi bagian dari upaya penjaminan mutu pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong keberlanjutan program hilirisasi tebu di Desa Selok Anyar pada tahun-tahun berikutnya.

 

(Universitas Yudharta Pasuruan & Politeknik Negeri Malang, Program PDB Tahun Pelaksanaan 2026)


fisip
fisip Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Yudharta Pasuruan