Harumkan Nama Kampus di Tingkat Jawa Timur, 3 Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Yudharta Pasuruan Sabet Juara 3 Lewat Gagasan Agrobureaucracy
Prestasi tersebut dipersembahkan oleh tiga mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Yudharta Pasuruan, yakni Miftahul Dwi Lestari (202569080029), Dakhlan Zain Abdi Sa'id (202569080035), dan Muhammad Arif Rahman Al Syanof (202469080041). Dalam mengikuti kompetisi tersebut, ketiganya mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari Muhammad Khafid Ainul Yaqin, S.AP., M.AP. selaku dosen pembimbing.
TEMAN JATIM 2026 menjadi ruang pertemuan bagi mahasiswa bidang Administrasi Publik/Negara dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, sekaligus mengembangkan kemampuan akademik dan daya kritis dalam merespons berbagai persoalan publik.
Kompetisi tahun ini diikuti oleh delegasi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Balitar (UNISBA), Universitas Negeri Surabaya Kampus Magetan, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Yudharta Pasuruan (UYP), Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Program D4 dan S1 Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Wiraraja, serta Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA).
Kehadiran berbagai perguruan tinggi tersebut menjadikan kompetisi ini sebagai kesempatan bagi delegasi Universitas Yudharta Pasuruan untuk menguji kemampuan akademik sekaligus membawa gagasan mereka ke ruang kompetisi tingkat Jawa Timur.
Pada kategori Karya Tulis Ilmiah, delegasi Universitas Yudharta Pasuruan mengusung karya berjudul “Agrobureaucracy: Inovasi Tata Kelola Pangan Lokal untuk Kemandirian Pangan Desa.” Karya tersebut menawarkan gagasan mengenai tata kelola pangan lokal dengan menempatkan inovasi birokrasi sebagai salah satu instrumen dalam mendorong terwujudnya kemandirian pangan di tingkat desa.
Gagasan tersebut selaras dengan tema TEMAN JATIM 2026, yakni “Penguatan Tata Kelola Publik sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Menuju Jawa Timur Sejahtera.” Melalui karya tersebut, ketiga delegasi berupaya membawa perspektif Administrasi Publik ke dalam persoalan ketahanan pangan, khususnya mengenai pentingnya tata kelola dan kapasitas pemerintahan dalam mendukung penguatan pangan lokal.
Keberhasilan meraih Juara 3 tidak diperoleh secara instan. Sebelum mengikuti kompetisi, ketiga delegasi melalui serangkaian proses persiapan, mulai dari menentukan dan mematangkan gagasan, menyusun karya tulis ilmiah, melakukan diskusi dan penyempurnaan substansi, hingga mempersiapkan diri untuk membawa karya tersebut dalam forum tingkat Jawa Timur. Proses tersebut turut didukung melalui arahan dan pendampingan dosen pembimbing.
Kerja sama menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan ketiga delegasi. Pembagian tugas, penyatuan pemikiran, serta komitmen untuk menyempurnakan karya menjadi proses pembelajaran tersendiri bagi tim sebelum akhirnya berhasil membawa pulang penghargaan untuk Universitas Yudharta Pasuruan.
Dakhlan Zain Abdi Sa'id, salah satu anggota delegasi yang mewakili tim untuk maju menerima penghargaan, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut setelah melalui rangkaian persiapan bersama tim.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga atas hasil yang kami peroleh. Perjalanan menuju kompetisi ini tidak hanya tentang datang dan mengikuti perlombaan, tetapi ada proses panjang yang kami lalui bersama. Kami berdiskusi, mematangkan gagasan, menyusun karya, melakukan berbagai perbaikan, serta berusaha mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin. Ada rasa lelah dan tegang selama proses tersebut, tetapi semuanya terasa terbayarkan ketika Universitas Yudharta Pasuruan diumumkan sebagai Juara 3,” ungkap Dakhlan.
Bagi Dakhlan, kesempatan untuk maju mewakili tim menerima penghargaan juga menjadi salah satu momen yang berkesan. Penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai keberhasilan individu, melainkan sebagai hasil kerja bersama tim serta dukungan yang diberikan selama proses persiapan.
“Saat maju mewakili tim untuk menerima penghargaan, tentu perasaannya campur aduk antara senang, bangga, dan bersyukur. Penghargaan ini bukan hasil satu orang, tetapi hasil kerja keras kami bertiga serta dukungan dan bimbingan yang kami dapatkan selama proses persiapan. Bisa membawa pulang prestasi dan membawa nama Program Studi Administrasi Publik serta Universitas Yudharta Pasuruan di tingkat Jawa Timur menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” tambahnya.
Lebih dari sekadar memperoleh gelar juara, keikutsertaan dalam TEMAN JATIM 2026 memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi Miftahul Dwi Lestari, Dakhlan Zain Abdi Sa'id, dan Muhammad Arif Rahman Al Syanof. Kesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membuka ruang untuk memperluas wawasan, membangun relasi, serta bertukar pemikiran mengenai isu-isu kontemporer dalam administrasi publik.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Yudharta Pasuruan memiliki kemampuan untuk mengembangkan gagasan akademik yang relevan dengan persoalan publik sekaligus berkompetisi pada forum tingkat Jawa Timur. Melalui gagasan Agrobureaucracy, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori administrasi publik, tetapi juga mengimplementasikan perspektif keilmuan tersebut dalam merumuskan gagasan atas persoalan nyata di masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk semakin aktif mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan budaya menulis dan berpikir kritis, serta berani membawa gagasan ke berbagai forum ilmiah dan kompetisi.
Capaian Juara 3 Karya Tulis Ilmiah TEMAN JATIM 2026 menjadi salah satu langkah positif bagi Program Studi Administrasi Publik Universitas Yudharta Pasuruan dalam mendorong pengembangan kapasitas dan prestasi mahasiswa. Dukungan dan pendampingan akademik diharapkan terus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.
Prestasi yang diraih Miftahul Dwi Lestari, Dakhlan Zain Abdi Sa'id, dan Muhammad Arif Rahman Al Syanof diharapkan bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama Program Studi Administrasi Publik Universitas Yudharta Pasuruan melalui berbagai prestasi berikutnya.
Fisip Universitas Yudharta Pasuruan / Humanis Transformatif Progresif

Posting Komentar